Showing posts with label perempuan. Show all posts
Showing posts with label perempuan. Show all posts

Monday, September 25, 2017

Ummu Salamah


“Di antara keutamaan istri-istri Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam adalah mereka lebih memilih Allah dan Rasul-Nya.” ~ h.19

Berpredikat Ummahatul Mukminin, ibu kaum muslimin, pastilah tidak disematkan kepada sembarang orang. ‘Gelar’ tersebut diberikan pada seluruh istri Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, para perempuan yang telah teruji keimanannya, salah satunya peristiwa saat para istri meminta tambahan nafkah. Peristiwa yang sempat menyebabkan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menjauhi mereka selama sebulan.

Lalu, pilihan pun disodorkan antara gelimang kehidupan dunia atau kesabaran atas kondisi yang sempit dan dengannya mereka berhak mendapatkan pahala yang besar dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka, keridhoan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang menjadi pilihan seluruh istri Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.

Ummu Salamah adalah salah satu istri Rasulullah Shallalluhu Alaihi wa Salam yang dinikahi dengan tujuan, salah satunya, demi memenuhi hak suaminya Abu Salamah Radhiyallahu Anha yang telah mengorbankan dirinya di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala ~h. 30. Ummu Salamah merupakan salah satu perawi hadist yang meriwayatkan langsung dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Selain itu, juga membantu untuk menyampaikan ilmu dan hikmah kepada kaum muslimah di masanya, peran yang juga dilakukan oleh istri-istri yang lain.

Sirah Ummu Salamah dibagi menjadi tiga bagian, sebelum dan sesudah menikah dengan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, serta setelah wafatnya Rasulullah. Pada bagian pertama disampaikan bagaimana perjuangan Ummu Salamah dan keluarga, yang termasuk pemeluk agama Islam pertama, menghadapi ujian bertubi-tubi dari kaum Quraisy. Beliau juga termasuk kaum yang hijrah ke Habasyah sehingga beberapa riwayat kejadian di Habasyah merujuk kepada Ummu Salamah radiyallahu anha.

Salah satu keistimewaan Ummu Salamah adalah dihilangkannya rasa cemburu dalam dirinya, disebabkan perkara yang memberatkan beliau ketika dipinang oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Sehingga, Ummu Salamah sering dijadikan tempat curhat istri-istri yang lain. Tak sekadar melihat profil Ummu Salamah, dalam sirah ini pembaca juga akan diperlihatkan bagaimana prilaku dan cara pandang Rasulullah pada perempuan, juga sedikit interaksi antar istri Rasulullah, terutama Aisyah radhiyallahu anha.

“Ummu Salamah Radhiyallahu Anha selama hidupnya selalu mengikuti kegiatan dakwah Islam. Adakalanya bersama Nabi dalam kapasitasnya sebagai penanya dan peminta penjelasan mengenai berbagai persoalan agama. Dan ada kalanya sebagai perantara antara kaum perempuan dengan Rasulullah … “ ~ h.137

Kebijaksanaan Ummu Salamah yang terkenal adalah saat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam meminta pendapatnya terkait keengganan para sahabat menuruti perintahnya setelah ditandatanganinya Perjanjian Hudaibiyah dengan kaum Quraisy. Memperlihatkan kecerdasan dan cepat tanggapnya Ummu Salamah menilai suatu peristiwa, satu dari sepuluh Keutamaan Ummu Salamah yang disampaikan oleh penulis.

Perjuangan Dakwah Ummu Salamah setelah Rasulullah Meninggal menjadi judul bab terakhir tentang Ummu Salamah. Beliau tetap menyampaikan dan dijadikan rujukan para sahabat saat ada problematika. Sirah ini sangat bermanfaat mengingat minimnya profil istri Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi waa Sallah, selain Khadijah dan Aisyah, yang dibahas secara personal dan mendalam. Selain itu, juga layak karena mencantumkan riwayat-riwayat terkait Ummu Salamah, baik yang kuat maupun lemah, untuk dijadikan pengetahuan

Ummu Salamah | DR. Hishah Abdul Karim | Pustaka Al Kautsar | Pertama, April 2010 ; 294 hlm | 4/5 bintang

Readmore → Ummu Salamah

Saturday, November 05, 2016

Ibu, Istri, dan Anak Saleha

Penulis: Nurul Asmayani
Penyunting: Tree
Penerbit: Qultum Media
Terbit: Pertama, September 2016
Tebal: viii + 204 hlm
Harga: Rp. 59.000 (Diskon di Toko Buku Online)
Bintang: 3.5/5


“Ya Allah… Doa pada-Mu laksana ruang terapi bagi kegalauan hati kami. Luapan atas ketidakberdayaan atas kegagalan rencana-rencana kami. Doa adalah cara-Mu membuat kami berhenti, menyepi, dan menekuri. Doa adalah cara-Mu mengajari bahwa di balik segala kegagalan dan kesalahan kami, masih ada harapan karena Engkau selalu menyertai.” (Pembuka)

Doa pastilah kata yang sangat familiar di telinga kita. Tapi, apakah kata tersebut sudah dipahami sebagai sesuatu yang layak untuk dilakukan terus-menerus? Bukan hanya di kala susah melanda. Doa (beserta dzikrullah) adalah salah satu bentuk ibadah yang memiliki keutamaan tersendiri. Doa merupakan kebutuhan manusia yang berisi untaian kalimat positif demi mendapat ‘tanggapan’ dari Sang Pengabul. Doa adalah sebentuk harapan di kala seluruh harapan telah musnah.
 
Ketika ujian hadir, doa jugalah yang menjadi jurus manusia untuk menghadapinya. Salah satu kisah berjudul Lapis-Lapis Kesabaran memperlihatkan bagaimana kesabaran menghadapi ujian penyakit dalam yang muncul berturut-turut, ternyata tidak menyurutkan seorang ibu untuk terus berdoa di samping putranya sepanjang masa penyembuhan. Penutup kisah pun lebih mengejutkan karena kesabaran sang ibu dan suami telah ditempa jauh sebelum peristiwa tersebut terjadi.
 
“Betapa dahsyatnya kekuatan doa. Oleh karena itu, memintalah. Memintalah hanya kepada-Nya …Tiada yang sulit bagi-Nya, tiada yang mustahil dalam pandangan-Nya.” (h. 36)

Setan selalu menggoda manusia dari arah depan, belakang, kanan dan kiri, tapi ada dua arah yang tidak mampu ditembus oleh setan, yaitu atas dan bawah. Arah bawah adalah kematian, di mana manusia jika mengingatnya akan selalu menjauhi dari perkara dosa. Sedangkan, arah atas adalah Zikir dan doa kepada Allah swt, arah yang membuat setan tak berdaya. Kemampuan manusia menghalau setan ini menjadi salah satu pembahasan terkandung dalam bab Di Balik Doamu.
 
Fokus buku ini sebenarnya pada pembahasan doa dan pembeda dengan buku setema lainnya, adalah adanya pembahasan tentang keistimewaan doa dari para perempuan, sebagai ibu, istri dan anak sholeha. Sekali lagi, sebuah kisah mengena di hati, berjudul Allah Sebaik-Baik Pembuat Rencana mengisahkan seorang dokter yang akan menghadiri sebuah seminar dalam waktu yang mendesak. Perjalanannya tidak mulus, tapi menggiringnya pada sebuah tempat dan memperlihatkan ketulusan doa seorang Ibu.
 
Sebagai ibu, istri dan anak saleha, perempuan adalah makhluk yang memiliki perasaan dengan kedalaman hati yang sering melampaui kaum pria. Terurai dalam bab Doamu Duhai Muslimah, pembahasan tentang ber-husnudhan kepada Allah. Merenungi doa-doa yang mungkin belum juga terkabul meski sudah merasa mati-matian melantunkannya di setiap waktu. Salah satu bisa jadi karena Allah ingin menguji iman kita. Dia ingin melihat manakah orang yang sejati imannya dan murni cintanya. (h.113)
 
 “Disinilah juga letak keistimewaan doa seorang perempuan. Doa perempuan lebih makbul daripada doa laki-laki karena perasaannya yang lebih kuat dari laki-laki. Ketika ditanyakan kepada Rasulullah saw tentang hal tersebut, beliau menjawab, “Ibu lebih penyayang dari bapak dan doa orang yang penyayang tidak ada sia-sia.” (h. 8)

Tidak terlalu berteori dan lebih banyak menyelipkan kisah berhikmah, membuat buku ini tidak membosankan dan monoton. Tampilannya juga cantik, seperti tema bukunya yang pasti akan membuat cantik setiap hati yang membaca dan merenunginya. “Ya Allah … Kemurahan dan kemuliaan-Mu semakin nyata dalam doa. Semakin kami meminta, semakin Engkau cinta. Bahkan, sering pemberian-Mu lebih dari yang mampu kami duga.”
Readmore → Ibu, Istri, dan Anak Saleha

Thursday, October 06, 2016

Perempuan Kertas

Judul: Perempuan Kertas
Penulis: Alga Biru dan Selvia Stiphani
Penerbit: Quanta
Cetakan: 2014
Tebal: 112 hlm
Bintang: 3/5


“Hai kamu… Iya kamu! Perempuan jangan seperti kertas ya. Gampang dirobek-robek.” (Sinopsis)

Sejarah menunjukkan bahwa perempuan mulai mendapatkan kemuliaan sejak Islam didakwahkan oleh Rasulullah saw. Dan sebaik-baiknya perempuan adalah yang sholehah. Seperti yang disebutkan kutipan di atas, perempuan itu laksana kertas atau kaca, jika salah penempatan atau perlakukan akan mudah hancur. Karenanya Islam sangat menjaga perempuan,

Para ‘pemikir modern’ sering mengangkat tema feminis untuk membuat perempuan goyah dengan mengumbar stigma bahwa agama mengekang perempuan. Sayangnya, banyak perempuan yang lebih tergoda memilih untuk menyisihkan pelindungnya dan tak menyadari bahwa pilihannya bisa berdampak mengerikan pada dirinya.

“Tantang arus dengan segala prinsip yang ada di dada. Menantang arus, hanya dilakukan oleh orang-orang bernyali. Apakah kita cukup bernyali?” (h.19)

Jika ditarik garis besar, pembahasan buku ini adalah mengkritisi tentang pergaulan, terutama masalah pacaran, kemudian difokuskan kembali kepada perempuan. Pembahasan dimulai dari pengenalan diri sendiri yang seringkali menilai sebenarnya pacaran seperti apa. Bisikan-bisikan setan tentang ‘indahnya’ pacaran. Segala hal yang sering dirasa, dipikir dan dikira oleh para pengidam hubungan labil, sarat dosa.

“Aku rasa… Kicauan kecil di hati bersuara. Si dia lewat di depanku. Darah mengalir, seeerrr dari ulu hati ke relung-relungnya. Ternyata begini rasanya cinta monyet, cinta simalakama. Jika diambil bisa kebablasan, kalau tak diambil takut ketinggalan zaman. Aku rasa….” (h.2)

Alasan sering dijadikan tameng untuk melakukan sesuatu, termasuk juga ketika seseorang ingin membenarkan aktivitas pacaran. Semboyan, “Sandal aja pasangan, masa kamu nggak” seperti melekat di benak para remaja. Pacaran seperti menjadi kebutuhan wajib supaya tetap eksis. Dari beberapa alasan, salah satu yang disinggung dalam buku Perempuan Kertas adalah Mengikuti Zaman.

“Ada yang berdalih, pacaran susah ditinggalin sebab udah jadi tuntutan zaman. Kalo gak punya pacar berasa nggak gaul. …. Entah sejak kapan tatanan nilai sudah demikian bergeser. Tampaknya sejak pahan liberalisme, hedonisme, dan permisifisme masuk ke pikiran remaja muslim, pacaran yang jadi alat dari kebebasan berekspresi makin tumbuh subuh.” (h.18)

Lupakan adalah judul bab yang membahas tentang cara ampuh melupakan mantan/pacar berlanjut ke cara berusaha memperbaiki diri yang terurai pada bab Tobat. Dua bab inilah yang penting dipahami dan dilakukan untuk menjadi remaja yang tidak melulu berpikir tentang romantika pasangan non halal. Komitmen membenahi diri akan membuat tenaga dan masa muda tidak menjadi sia-sia.  Belajar tentang etika pergaulan dan memaknai cinta sejati juga dibahas menjadi salah satu poin penting untuk lebih berhati-hati dengan hati, segumpal daging yang sangat mempengaruhi diri manusia.

“Satu-satunya jalan mengecap indahnya cinta ialah berada dalam koridor cinta yang benar. Mengawasi hawa nafsu tidak sebagai komando yang menggerakkan rasa. Cinta yang halal, dialah cinta terindah. … Pemiliknya tidak perlu khawatir dengan rayuan gombal, karena cinta yang halal diikat oleh janji Tuhan.” (h. 76)

Cara bertutur gaul dijadikan senjata untuk merangkul segmen pembaca remaja yang memang menjadi sasaran buku ini. Penulis berusaha untuk menjadikan bahasan seperti obrolan dan tidak terasa kaku. Hanya saja, ada ganjalan dengan konsep yang ingin digunakan penulis. Pada awalan penuturan buku ini tampak menarik karena penulis menciptakan figur Alga dan Putri Padi untuk menyampaikan materi sehingga tidak terkesan menggurui. Sayangnya, menurut saya, konsep tersebut tidak berjalan, karena semakin ke belakang, ‘peran’ dari Alga ataupun Putri Padi tidak terlalu terlihat.

“Jangan menjadikan dosa itu sebagai kenangan yang tidak bisa dillupakan. Kita meski bisa memaafkan diri sendiri, karena awal perubahan diri kita adalah ketika kita mampu memaafkan diri sendiri, kemudian menancapkan tekad untuk berubah menjadi lebih baik.” (h.46)

Readmore → Perempuan Kertas

Wednesday, March 09, 2016

Kun Anta, Cantik dari Hati Cantik jadi Diri Sendiri + GiveAways

Penulis: @negeriakhirat 
Penyunting: Radindra Rahman
Penerbit: WahyuQolbu
Cetak: 2016
Tebal: xiv + 226 hlm
ISBN: 978-602-73315-9-4
Bintang: 3/5
Harga: Rp. 55.000 (Harga diskon di Toko Buku Online)


Cantik itu relatif. Bagi orang yang menyukaimu, mereka akan bilang kamu cantik, dan orang yang tidak menyukaimu adalah sebaliknya. Tapi, kamu tidak rugi, juga tidak beruntung bila mereka memuji atau membencimu. Kamu sangat beruntung jika jika Allah menyukaimu dan sangat rugi jika Allah membencimu. Naudzubillah. Kamu tidak perlu berlagak cantik di hadapan para makhluk. Cukuplah buat Allah sangat mencintaimu dan kamu mencintai-Nya, maka itu berarti kamu menjadi cantik ~ h.119

Secara naluriah, manusia memiliki keinginan untuk diperhatikan dan mendapatkan pujian, baik laki-laki maupun perempuan. Salah satu jalan yang dipilih untuk mendapatkan dua hal tersebut adalah melalui penampilan. Sedihnya, yang seringkali terjerumus arus penampilan yang berlebih adalah perempuan. Kondisi perempuan yang lebih didominasi oleh perasaan/emosi dibandingkan akal, membuatnya cukup mudah untuk dipengaruhi.

Saat ini, media cetak dan televisi sering dijadikan dasar pembentukan opini dan cara pandang masyarakat, begitupun dengan makna kata cantik. Tinggi, langsing, berambut panjang, dan tak lupa kulit putih, selalu dijadikan patokan kecantikan. Setiap kali melihat baliho di jalanan, mata akan dicekoki postur "sempurna" dari  para bintang iklan. Akibatnya, para perempuan pun berbondong-bondong menjiplak mereka.

Tidak perlu minder, iri, bahkan terobsesi nyaris menyerupai mereka. Dalam kesempurnaan yang terlihat oleh mata, mereka pun memiliki noda. Cukup syukuri titipan Allah dengan menjaga dan merawatnya secukupnya ~ h. 25

Tak perlu harus menjadi boneka yang terus menerus diatur oleh fashion/mode.  Pencapaian kesempurnaan yang semu dan hanya berdasarkan mata fisik, akan terasa melelahkan. Saat yang dicari hanyalah kepuasan duniawi, bisa dipastikan, titik akhir tidak akan pernah ditemukan. Kun Anta. Jadilah Diri Sendiri. 

Kecantikan dalam islam identik dengan kebaikan yang mereka timbulkan dan berikan sebagai wujud ketaatannya kepada Sang Khalik. ~ h.7

Kun Anta, buku yang menjelaskan dan menjabarkan pandangan tentang makna cantik bagi seorang muslimah. Dari sudut islam, makna cantik lebih bersifat ruhiah karena raga hanyalah pinjaman-Nya yang sewaktu-waktu dapat diambil. Pembahasan tentang memelihara ibadah wajib-sunnah, menjaga wudhu, serta memelihara kehormatan dan lisan disampaikan dengan tuntas dan menguatkan. 

Kisah nyata tentang hijrah para muslimah dengan masa lalu yang beragam memberikan pelajaran yang berharga. Renungan dari 'Kisah-Kisah Memaknai Cantik' dari berbagai latar belakang pencerita ini membuat buku menjadi tidak sekadar berteori. 

Beruntunglah jika Allah masih membisikkan kebaikan dalam hatimu. Khawatirlah jika Allah tak peduli lagi padamu. ~ h.123

Catatan untuk Penerbit:
Saya tidak tahu apakah ini hanya terjadi pada buku saya atau lainnya juga. Ada kalimat yang terputus pada awal paragraf pertama halaman 101 dan awal paragraf kedua pada halaman 179. Semoga bisa dibenahi pada cetakan buku selanjutnya.

 GIVEAWAYS
SATU PEMENANG BUKU "KUN ANTA" + PIN + STIKER
 

Pertanyaan:
Buatlah Kepanjangan dari kata CANTIK sekreatif mungkin :)

Aturannya:

  1. Terbuka untuk semua yang berdomisili di Indonesia
  2. Jawab pertanyaan di kotak komentar
  3. Share link ulasan + giveaways buku Kun Anta di akun twittermu. Jangan lupa mention @bacabukuislam dan 2 temanmu, Hastag #KunAnta
  4. Follow blog ini dengan mengisikan email aktifmu di kolom "Follow by email" atau follow via bloglovin.
  5. Giveaways berlangsung sampai dengan tanggal 20 Maret 2016
  6. Pemenang dipilih oleh pemilik blog berdasarkan jawaban dari pertanyaan. Hasil keputusan tidak dapat diganggu gugat
Readmore → Kun Anta, Cantik dari Hati Cantik jadi Diri Sendiri + GiveAways

Sunday, January 24, 2016

Sosok Berpengaruh pada Permulaan Dakwah Rasulullah saw

Judul: Khadijah, Perempuan Teladan Sepanjang Masa
Penulis: Ibrahim Muhammad Hasan Al-Jamal
Penerjemah: Tubagus Kesa Purwasandy
Penerbit: Mizania
Cetak: Kedua, September 2015
Tebal: 365 halaman
ISBN: 9786021337264
Harga: Rp. 69.000 (Diskon di www.parcelbuku.net)

'Khadijah memanfaatkan kesempatan ini membicarakan janji Allah Swt. dan semua yang dipersiapkan-Nya bagi orang-orang beriman secara panjang lebar, dan untuk terus menghibur Rasulullah Saw. Seolah-olah dia berkata pada beliau, " Lihatlah orang-orang beriman yang mengikutimu. Mereka bersabar menghadapi berbagai bentuk siksaan." Semua itu dilakukan Khadijah untuk membesarkan hati dan menguatkan tekad beliau' (h. 266)

Khadijah, nama yang tidak akan pernah lekang dan selalu melekat setiapkali kita membaca dan bertutur tentang Rasulullah Saw. Melalui kesabaran dan kelembutan Khadijah, Allah memberikan ketangguhan Rasulullah untuk menyebarkan risalah agama Islam.

Rasulullah dipersiapkan untuk menjadi utusan Allah pun tak lepas dari kemampuan Khadijah mengelola rumah tangga. Beliau berusaha memberikan yang terbaik, menciptakan suasana tenang dalam rumah, dan membereskan urusan-urusan keluarga ketika Rasulullah membutuhkan waktu merenung dan berkhalwat (menyepi). Harta berlimpah milik Khadijah pun diikhlaskannya untuk perjuangan Rasulullah Saw. 

Pembahasan paling menarik menurutku adalah terkait usia Khadijah ketika menikah dengan Nabi Muhammad. Penulis mencoba menganalisa kebenaran usia menikah Khadijah, yang selama ini disebutkan berusia 40th, melalui,
  • Kebiasaan usia pernikahan perempuan pada masa itu,
  • Perhitungan usia anak-anak Khadijah dari pernikahan yang sebelumnya, dan 
  • Beberapa referensi yang memuat pendapat dan riwayat tentang pernikahan Khadijah.
Penulis mencoba mengambil jalan tengah terkait pendapat yang menyebutkan usia pernikahan Khadijah 40th. Menurut beliau penyebutan usia 40th lebih mengarah pada faktor kematangan Khadijah di masa itu yang melebihi perempuan pada umumnya. Artikel menarik terkait usia Khadijah ketika menikah dapat dibaca juga di sini.

Jika dibandingkan dengan Khadijah, Ketika Rahasia Mim Tersingkap karya Sibel Eraslan, buku ini lebih memiliki kejelasan referensi dan bahasanya lugas. Namun, untuk masalah prosentase ketersinggungan Khadijah dalam alur sejarah, karya Sibel Eraslan lebih fokus dalam menceritakan sosok Khadijah.

Ada masa-masa dimana ketika membaca sirah ini, terkadang saya menjadi mencari-cari kisah tentang Khadijah, karena hampir sepertiga atau bahkan setengah isi buku bertutur lebih banyak bertutur tentang Rasulullah, perjuangan dakwah, dan para pengikutnya.

Selain itu, untuk alur sejarah juga masih agak membingungkan, ada bagian-bagian yang sepertinya alur mundur tapi tidak jelas atau meyakinkan karena seingat saya penulis jarang menyinggung tahun-tahun kejadian dalam buku.

Selain pembahasan usia Khadijah saat menikah, Saya juga banyak mendapatkan pengetahuan baru terkait sejarah awal dakwah Islam, seperti petikan perjuangan para pengikut Rasulullah ketika berhadapan dengan siksaan kaum Quraisy dan beberapa hal menarik untuk dicari tahu melalui sirah-sirah lainnya.

Readmore → Sosok Berpengaruh pada Permulaan Dakwah Rasulullah saw

Saturday, April 11, 2015

From Jilbab to Akhirat (+ Kuis)


"Berjilbab bukan puncak ketaqwaan seorang muslimah. Berjilbab langkah awal perbaikan diri." h. 85
Salah satu kewajiban muslimah adalah berjilbab. Tidak ada bantahan atau alasan macam-macam untuk menghindar dari ketentuan-Nya karena berjilbab bukanlah pilihan yang bisa dinegosiasi. Berjilbab adalah perintah Allah yang tertuang dengan jelas dalam Al-Qur'an, diantaranya An-Nur 31 dan Al Ahzab 59. Jadi, bagi wanita manapun yang menyandang 'status' Islam dan telah baligh, hukumnya WAJIB menutup aurat. 

Nah, setelah mengetahui bahwa jilbab hukumnya wajib, pertanyaan yang muncul ada berjilbab seperti apa yang syar'i, berjilbab bagaimana yang menuai ridho Allah. Perlunya mempelajari hal tersebut untuk menghindari ketidaktahuan, karena ketidaktahuan adalah sesuatu yang merugikan, bahkan tak ayal perbuatan yang diniatkan baik bisa menuai dosa ketika didasari ketidaktahuan, seperti ketika berniat baik mengenakan jilbab tapi masih mempertontonkan lekuk tubuh dikarenakan ketidaktahuan hukum syar'i berjilbab. 

Setan tahu bagaimana menggoda perempuan dalam hal berjilbab. Jika ujian muslimah dahulu adalah pelarangan keras menggunakan jilbab, maka ujian muslimah saat ini adalah jilbab yang sudah dipandang sebagai fashion. Padahal konsep dasar berjilbab adalah menutup dan melindungi pemakainya, bukan menampakkan sosoknya sehingga memancing perhatian sekitarnya. Pemahaman dan pengenalan dasar hukum, apa dan bagaimana sebenarnya jilbab syar'i tertuang lengkap dalam buku From Jilbab to Akhirat


"Perkiraan awal bahwa jilbab hanya akan menghalangi kebebasan saya dalam segala hal, ternyata keliru. Justru dengan berjilbab, hal itu akan menjadi penghalang bagi saya untuk berbuat tidak baik." h.114
Beberapa pernyataan sering dijadikan alasan untuk menangguhkan mengenakan jilbab, diantaranya belum siap atau ingin membenahi hati terlebih dahulu. Sayangnya, pemahaman sepertinya tidak akan pernah ada selesainya, pembenahan hati harus dilakukan terus menerus, bahkan ketika telah mengenakan jilbab. Jadikan jilbab sebagai pengingat diri ketika hati dan akal mulai menyimpang. Jadikan jilbab penyaring setiap perbuatan. Jadikan jilbab sebagai "senjata" untuk mulai membenahi diri.

Kisah-kisah inspiratif yang melengkapi penjelasan tentang jilbab dalam buku From Jilbab to Akhirat menunjukkan bahwa banyak sekali perempuan berjilbab bukan karena mereka telah menjadi baik, tapi INGIN menjadi baik. Buku yang ditampilkan dengan tata letak yang cantik ini, juga berisikan penjelasan tentang mahram dan tips memilih bahan jilbab, sehingga pembaca semakin tahu menggunakan jilbab syar'i.

Lingkungan adalah faktor penting dalam mendukung perbaikan diri. Banyak kisah yang menuturkan bagaimana lingkungan memandang pengguna "jilbab lebar", ada yang bersahabat, tapi ada juga yang mencibir. Namun, kembali lagi kepada niat, ketika perubahan dilandasi kecintaan pada Allah, pandangan manusia tak lagi berarti.

Hanya saja, ujian sedikit terasa berat ketika pertentangan munculnya dari keluarga dekat, terlebih lagi orangtua. Karena ketidakpahaman, seringkali para ibu kurang setuju ketika anak gadisnya berjilbab syar'i, ada yang takut anaknya sulit dapat pekerjaan, takut anaknya ikut aliran sesat, atau susah mendapat jodoh. Dalam buku ini, terdapat bab tentang "Melobi Orangtua" yang inshaaALLAH akan sangat membantu jika kita mendapatkan kesulitan senada.

Jilbab, 
Tak Sekadar Menutup Aurat, Tapi Juga Tiketku Menuju Surga RABB-ku

Judul: From Jilbab to Akhirat
Penulis: Tim @pedulijilbab 
Penyunting: Honey Liviando
Penerbit: Pro U Media
Cetak: Pertama, 2015
Tebal: 232 halaman
ISBN: 978-602-7820-23-4
Harga: Rp. 50.000 (Diskon 20% di www.parcelbuku.net)
Bintang: 5/5

***

KUIS FROM JILBAB TO AKHIRAT


Pertanyaan:

Apa yang terpikir dalam benakmu ketika melihat jilbab/khimar/hijab?

Syarat Peserta:

  1. Peserta WAJIB memiliki blog (tema blog bebas) dan tidak dikondisikan private karena pemenang WAJIB mengulas buku yang dihadiahkan
  2. Peserta boleh dari negara manapun, tapi jika memenangkan hadiah hanya dikirim ke alamat di Indonesia,
  3. Peserta wajib memasang banner From Jilbab to Akhirat dan disambungkan dengan link kuis pada blognya sepanjang waktu kuis
  4. Peserta menjawab pertanyaan dikolom komentar dengan menyertakan alamat blog dan akun twitter/facebook.
  5. Peserta wajib follow twitter @bacabukuislam atau like fanpage Baca Buku Islam
  6. Peserta wajib membagikan info berikut melalui twitter dengan mention @bacabukuislam atau facebook dengan mentag fanpage Baca Buku Islam
  7. Tantang berlangsung dari 11 April s/d 11 Mei 2015,
  8. Pemenang akan diumumkan (inshaaALLAH) 14 Mei 2015

Hadiah:
2 Orang Pemenang akan mendapatkan
masing-masing 1 Buku From Jilbab to Akhirat
(Pemenang WAJIB mengulas buku-buku tersebut minimal sebulan setelah hadiah diterima)
Readmore → From Jilbab to Akhirat (+ Kuis)
 

Yuk Baca Buku Islam Template by Ipietoon Cute Blog Design