Showing posts with label sirah. Show all posts
Showing posts with label sirah. Show all posts

Friday, December 02, 2016

Belajar Hidup dari Hidup Rasulullah saw

Judul: Belajar Hidup dari Hidup Rasulullah saw | Penulis: 'Amru Khalid | 
Penerjemah: Atik Fikri Ilyas, Yasir Muqashid, Hikmawati | 
Penerbit: Maghfirah |  Terbit: Kedua, Juni 2007| Tebal: 376 hlm | 
Bintang: 5/5


Sebaik-baiknya teladan adalah Rasulullah saw, teladan sebagai pemimpin, sebagai orang tua, sebagai suami, sebagai pengusaha, sebagai teman. Intinya, keseluruhan hidup Rasulullah saw. sangat patut untuk dijadikan teladan bagi seorang muslim. Pertanyaannya, apakah seorang muslim bersedia menjadikan segala unsur dalam diri dan proses dakwah beliau sebagai teladan hidupnya?
“Seseorang yang menyatakan cintanya kepada Rasulullah, dia harus bertanya pada dirinya; Apakah dia sering menyebut namanya? Apakah dia melakukan apa yang diperintahkan? Apakah dia mempelajari sejarahnya yang mulia? Apakah petunjuknya dapat mengalahkan pendapat dan hawa nafsumu?”
Sebelum mengenal Rasulullah saw lebih dalam, penulis mengajak untuk mengetahui apa dan kenapa seorang muslim perlu mengenal, mencintai, dan meneladani sosok Rasulullah saw. Pertanyaan-pertanyaan mendasar disuguhkan untuk dijawab dengan jujur demi mengetahui keabsahan dari cinta seorang muslim kepada Rasulullah saw.
“Muhammad adalah seorang manusia yang dipuji dari kalangan manusia, dan Ahmad  adalah orang yang paling banyak pujiannya kepada Allah. … tidak ada manusia yang lebih banyak pujiannya kepada Allah daripada Rasulullah saw” (h.15)
Kenapa kita harus mencintai Rasulullah, salah satunya, karena Beliau sangat mencintai umatnya, bahkan pada umat Islam yang belum berjumpa dengannya. “Rasulullah pernah berucap, ‘… saudara-saudaraku adalah orang-orang yang datang setelahku dan beriman walaupun mereka belum pernah melihatku. Sungguh aku sangat merindukan mereka, maka aku menangis.” (h.368) Meski belum pernah berjumpa, kelak di hari Akhir, Rasulullah saw akan mengenali umatnya dari bercahayanya wajah karena wudhu, maka inilah salah satu keutamaan dari shalat.

Kecintaan kita kepada Rasulullah memang tidak sebanding dengan para sahabat, tetapi kisah-kisah tentang kecintaan para sahabat kepada Rasulullah saw memperlihatkan betapa agungnya sosok beliau. Bahkan, kecintaan para sahabat terukir pada keinginan yang besar untuk bersanding dengan Rasulullah saw di surga. Maka, penulis memberikan beberapa faktor yang bisa menguatkan cinta kita pada Rasulullah saw, salah satunya adalah banyak membaca dan mempelajari sejarah Rasulullah supaya mengenal kehidupan, jihad, kasih sayangnya, dan segala hal yang berkaitan tentang sejarah Rasulullah (h.37)

Tak sekadar memaparkan tentang alasan dan keistimewaan mencintai Rasulullah, penulis juga mengisahkan sejarah hidup beliau, terutama perjalanan dakwah hingga kematian. Sebenarnya, kisah perjalanan Rasulullah yang disampaikan tidak jauh berbeda dengan sirah nabawiyah lainnya. Tapi yang membuat buku ini berbeda adalah adanya penutup di setiap babnya yang merangkum pelajaran apa yang bisa diambil. Selain itu, dalam penuturan setiap perjalanan Rasulullah saw, penulis akan menyelipkan analisa dan pertanyaan renungan untuk memperkuat pembaca mengenal dan memahami kehidupan Rasulullah.
Pembahasan detail tentang upaya Rasulullah saw mencari suaka ke 26 kabilah (disertai penjelasan nama-nama dan penerimaan kabilah terhadap Rasulullah saw), menjadi pengetahuan baru bagi saya. Pencarian suaka ini dilakukan karena dakwahnya terhadap orang-orang Quraisy tidak membawa hasil. Proses awal sebelum hijrah, perkenalan lalu agenda pertemuan-pertemuan Rasul dengan perwakilan rombongan dari Madinah, hingga sampai di tanah Madinah juga disampaikan dengan mendetail.
“Sesungguhnya, cita-cita besar untuk memperbaiki Negara dan kondisi kita, dapat terwujud dengan cara bekerja keras dan berkorban, sebagaimana yang telah dilakukan oleh Nabi saw. lewat sentuhan tangan Rasulullah, akhirnya wajah dunia dapat berubah setelah mada duapuluh tahun. Apakah sekarang kita bisa memahami makna firman Allah swt, ‘Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alama’ (Al-Anbiya [21]:107)”
Rasulullah adalah sosok pemimpin yang membumi. Dalam berdakwah beliau tak sekadar menyampaikan tapi juga membimbing sahabat-sahabatnya untuk memberikan ilmu penunjang dakwah. Salah satu yang berkesan adalah bagaimana Rasulullah membekali delegasi-delegasinya dengan ilmu bahasa hingga membuat mereka mudah untuk menyampaikan dakwahnya. “Kekuatan memerlukan pengembangan bakat dan keahlian. Rasulullah suka sekali mempelajari  bahasa asing dan mengembangkan bakat dengan berbagai cara. Kekuatan tidak akan tercipta melainkan dilakukan oleh para pemuda cerdas yang memiliki kemampuan dan bakat.”

Sirah ini tidak hanya berkutat pada sosok Rasulullah, tapi juga terselip kisah-kisah keteguhan para sahabat dalam mempertahankan keimanan dan agamanya. Kecintaan Rasulullah saw kepada umatnya terasa sekali dalamnya, tidak ada kebencian dalam dirinya, perlindungan senantiasa diberikan dengan menepis tawaran-tawaran Malaikat Jibril untuk menghancurkan para musuh Islam. Setelah membaca kedalaman cintanya, bagaimana bisa umatnya tidak mencintai Rasulullah saw?
“Perjalanan hidup Rasulullah saw, ‘Risalah perbaikan bumi’, yakni kisah menangnya kebenaran dan kebajikan di atas kebatilan, juga upaya pembentukan kepribadian, merupakan sebuah misi yang berlangsung selama duapuluh tiga tahun, yang ditujukan kepada umat manusia seluruhnya.

Readmore → Belajar Hidup dari Hidup Rasulullah saw

Wednesday, September 28, 2016

Legenda 4 Umara Besar

Penulis: Indra Gunawan, Lc
Penerbit: Quanta
Cetakan: 2014
Tebal: 262 hlm
Harga: Rp. 49.800 (Diskon di Toko Buku Online)
Bintang: 3.5/5


“Sungguh miris, jika ternyata orang non-Muslim lebih paham sejarah kegemilangan Muslimin daripada orang-orang Islam sendiri. Padahal, sepertiga Al-Qur’an berisi tentang kisah-kisah, mengajarkan kita bahwa belajar sejarah merupakan cara efektif mengambil pelajaran, membangkitkan kesadaran.” (h. 111)

Legenda 4 Umara Besar. Saat melihat nama-nama di bagian sampul buku, hanya satu nama yang sangat familiar di kepalaku, yaitu Shalahuddin Al-Ayyubi. Jadi, melihat nama-nama lain diberi ‘gelar’ umara besar oleh buku ini, saya penasaran dengan sosok-sosoknya. Selain Shalahuddin Al-Ayyubi, profil yang ingin dituangkan adalah Muawiyah bin Abu Sufyan, Abu Ja’far al-Manshur, dan Abdul Hamid II, nama-nama yang hanya saya kenal sepintas.

Dibuka dengan nama Muawiyah bin Abu Sufyan. Nama Abu Sufyan lebih saya kenal, dari pada Muawiyah karena memang lebih sering membaca sejarah awal Rasulullah dibandingkan dengan sejarah tokoh lainnya. Meski ayah Muawiyah adalah pembangkang di awal dakwah Rasulullah, tapi hijrahnya Abu Sufyan bersama keluarganya, berperan dalam perjuangan Islam di kemudian hari. Muawiyah sendiri dipilih oleh Rasulullah sebagai sekretaris, sekaligus salah satu penulis wahyu.

Muawiyah menjadi pemimpin sejak berdirinya dinasti Ummayah. Meski mendapat hujatan karena menentang khalifah Ali bin Abi Thalib, pemerintahan di eranya mampu meredakan sengketa dalam tubuh pemeluk Islam yang pada masa itu sedang panas. “Terbukti, umat yang tadinya tercabik-cabik kini kembali bersatu. Tak ada lagi pertempuran besar antar-Muslimin.” (h.30) Menurut penulis, meski sosok Muawiyah memiliki kekurangan seperti kehidupannya yang bergelimang harta, tapi banyak sekali sumber sejarah yang menyudutkan Muawiyah tanpa melihat lebih dalam pada masalah terjadi.

Sosoknya diceritakan sejak masa pemerintahan Khulafaur Rasyidin, saat pendirian dinasti Ummayah, Konflik dengan Ali bin Abu Thalib, hingga bagaimana Muawiyah menenangkan kembali kondisi umat Islam. Pada bab ini juga dijelaskan tentang alasan perpecahan Ali bin Abi Thalib dan Muawiyah bin Abu Sufyan, yang luar biasanya tidak membuat keduanya saling membenci.

Berlanjut ke masa Dinasti Abbasiyah, dengan sosok Abu Ja’far Al-Manshur. Figur ini dipenuhi dengan intrik, pembunuhan dan penjegalan pihak pesaing, termasuk oleh Al-Manshur yang juga memilih membunuh pesaingnya untuk meraih kursi kekuasaan. Jadi apa yang membuatnya layak untuk disebut Umara besar?

Penulis menuliskan, “Prinsipnya yang anti berleha-leha berbanding lurus dengan amalnya sepanjang 22 tahun bertakhta. Tahun demi tahun, pembangunan dan penyejahteraan rakyat digalakkan. Kemajuan ilmu pengetahuan disokong besar-besaran.” (h.66) “Al-Manshur lebih berani merombak dan membongkar pasang sistem demi tercapainya pemerintahan yang ideal.” (h.90)
Pada profil Al-Manshur, dijelaskan juga bagaimana pergerakan Syiah pada era Abbasiyah. Menurutku pada bab ini, ada bagian yang membingungkan yaitu alur maju-mundurnya sulit diprediksi. Jadi, harus berpegang pada tahun dan peristiwa yang selalu ditampilkan di setiap bab profil tokoh.

Selanjutnya, Shalahuddin Al-Ayyubi, adalah bagian terpanjang dari empat umara yang dikisahkan dalam buku ini. Karena menceritakan juga era sebelum Shalahuddin unjuk diri dalam pemerintahan Dinasti Zankiyah. Shalahuddin terlibat dalam kancah pertempuran sejak usai 27 tahun, dan menjadi orang kepercayaan dan kepanjangan tangan dari Nuruddin. Banyak nama yang muncul pada bab Shalahuddin ini, dan beberapa hampir mirip, seperti nama Nuruddin dan Najmuddin, ayah Shalahuddin, jadi agak hati-hati atau terkadang perlu membaca ulang jika terasa janggal.

Konflik sejarah antara Shalahuddin dan Nuruddin dibahas dalam buku ini, meski saya kurang mengerti literatur apa yang digunakan penulis, beliau mencoba membantah beberapa tudingan buruk sejarah pada diri Shalahuddin Al-Ayyubi. Sekaligus memperlihatkan kemampuan Al-Ayyubi dalam mengelola pemerintahan.

Abdul Hamid II, profilnya termasuk yang baru karena hidup pada abad ke-19, bisa dibilang, saya paling terkesan dengan beliau, karena keberaniannya menentang pihak asing dan kaum Zionist, isu yang sampai saat ini masih melekat dalam sejarah Islam. “Namanya ditulis dengan tinta merah di buku-buku sejarah hanya gara-gara pembangkangannya pada konspirasi zionisme. Kaum Yahudi yang menguasai media massa dan informasi dunia mendeskriditkannya sebagai pemimpin haus darah karena tidak mengizinkan berdirinya Negara Israel di Palestina.” (h. 217)

Abdul Hamid harus berjuang, tak hanya berhadapan dengan pihak asing tapi juga pemerintahannya sendiri yang mendewakan konstitusi. Beliau harus maju-mundur dengan konstitusi karena pertimbangan kondisi Negara. Bahkan, kejatuhannya juga dikarenakan protes dari rakyatnya sendiri, Gerakan Turki Muda, yang telah dijadikan boneka oleh kaum sekuler.

Sebenarnya saat membaca profil keempat Umara ini, pembaca juga disuguhi sejarah islam era kedinastian hingga masa sekarang. Diharapkan dari buku ini ditemukan sosok pemimpin yang memiliki karakter kuat dan ketaqwaan yang tinggi, dan belajar dari sejarah menjadi salah satu poin berharga untuk membangkitkan kearifan dalam membangun pemerintahan yang berlandaskan pada Allah swt.

“Untuk menelusuri seluk-beluk penerapan system dan hukum Islam dalam kehidupan bernegara inilah, maka sejarah perlu dipampangkan. Dalam hal ini para umara memainkan peran vitalnya mengawal karakteristik Islam sebagai penebar rahmat bagi alam.” (h.xii)
Readmore → Legenda 4 Umara Besar

Sunday, February 28, 2016

Untold Stories

Judul: Untold Stories: Kisah-Kisah yang Jarang Diungkap tentang Istri-Istri Rasulullah
Penulis: Tamam Khan
Penerjemah: Hilmi Akmal
Penerbit: Kaysa Media
Cetak: 2011
Tebal: 227 hlm
Bintang: 3/4
ISBN: 9791479585

Setelah membaca sejarah hidup Khadijah, keinginan untuk lebih banyak membaca sirah meningkat. Saat melihat judul dan tagline buku ini, 'Kisah-Kisah yang jarang diungkap tentang istri-istri Rasulullah', sudah pasti membuat saya penasaran. Rasulullah memang terkenal memiliki banyak istri, dan menjadi salah satu 'bahan' yang digunakan para penghina islam untuk menjatuhkan sosoknya di mata dunia.

Selama ini nama istri Rasulullah yang saya kenal adalah Khadijah, Aisyah dan Ummu Salamah karena sejarah banyak menyinggung nama mereka. Perkenalan dengan Zainab, Raihanah, Mariya, Saudah dan lainnya saya mulai dari buku Untold Stories ini. Penulis memaparkan sejarah singkat istri-istri Rasulullah dengan menggunakan referensi-referensi penulis Timur Tengah dan Barat.

Secara garis besar, sejarah singkat tentang para Ibunda Kaum Muslimin ini berisikan asal usul mereka dan penjelasan alasan Rasulullah menikahi mereka. Sebagian besar pernikahan didasari oleh alasan politik untuk mempersatukan wilayah atau bani/kelompok tertentu. Beberapa bagian dan kisah menarik untuk dicermati seperti istri-istri Rasulullah yang berasal dari kaum Yahudi dan pendapat-pendapat dari penulis terkait ketidakjelasan sejarah beberapa istri Rasulullah saw.

Selain kisah Khadijah dan perjuangan awal penyebaran Islam, penjabaran tentang pernikahan (?) Mariya juga menarik, terutama bagian yang menjelaskan latar belakang kedekatan Rasulullah dengan perempuan Kristen Koptik, dan meluas pada pembahasan tentang Kristen di era Imperium Byzantium. Selain itu, ketidakjelasan status Mariya dan sosoknya yang menjadi penyebab kecemburuan masal dari istri-istri Rasulullah, menjadikan kisah Maryam termasuk bagian yang menerbitkan rasa penasaran.

Pernikahan sekelas Rasulullah pun tak luput dari konflik. Kecemburuan sering menjadi perkara yang menciptakan suasana panas dalam rumah tangga Rasulullah. Aisyah dan Hafshah, dua istri yang tergolong belia dengan temperamen yang masih labil kerap menjadi pelopor keriuhan rumah. Ulah kedua istri belia Rasulullah ini juga pernah membuat pernikahan Rasulullah dengan Asma bin an-Nu'man gagal dan berujung pada perceraian.

Dalam literatur Islam, prosa dapat diselang-seling dengan puisi. Tapi, di dalam literatur hadis, riwayat hanya menggunakan hadis-tanpa penambahan- sehingga hal ini dapat menjelaskan mengapa hanya ada sedikit puisi modern tentang Para Ibunda Orang Mukminin. Secara tradisional, seorang penulis muslim cenderung tidak membahas bagaimana perasaan Khadijah seperti yang telah kulakukan. (Bab Pendahuluan)

Oleh sebab kutipan di atas, penulis menyelipkan puisi dalam setiap sirah untuk menyampaikan perasaan yang melanda setiap sosok yang sedang diceritakan. Meski begitu, penulis tetap memperhatikan referensi ilmiah supaya tidak terlalu menyimpang dari kebenaran. Untold Stories ini menarik untuk dijadikan pengantar memperkenalkan istri-istri Rasulullah meski masih banyak tanda-tanya mengingat keminiman saya dalam membaca sirah.
Readmore → Untold Stories

Sunday, January 24, 2016

Sosok Berpengaruh pada Permulaan Dakwah Rasulullah saw

Judul: Khadijah, Perempuan Teladan Sepanjang Masa
Penulis: Ibrahim Muhammad Hasan Al-Jamal
Penerjemah: Tubagus Kesa Purwasandy
Penerbit: Mizania
Cetak: Kedua, September 2015
Tebal: 365 halaman
ISBN: 9786021337264
Harga: Rp. 69.000 (Diskon di www.parcelbuku.net)

'Khadijah memanfaatkan kesempatan ini membicarakan janji Allah Swt. dan semua yang dipersiapkan-Nya bagi orang-orang beriman secara panjang lebar, dan untuk terus menghibur Rasulullah Saw. Seolah-olah dia berkata pada beliau, " Lihatlah orang-orang beriman yang mengikutimu. Mereka bersabar menghadapi berbagai bentuk siksaan." Semua itu dilakukan Khadijah untuk membesarkan hati dan menguatkan tekad beliau' (h. 266)

Khadijah, nama yang tidak akan pernah lekang dan selalu melekat setiapkali kita membaca dan bertutur tentang Rasulullah Saw. Melalui kesabaran dan kelembutan Khadijah, Allah memberikan ketangguhan Rasulullah untuk menyebarkan risalah agama Islam.

Rasulullah dipersiapkan untuk menjadi utusan Allah pun tak lepas dari kemampuan Khadijah mengelola rumah tangga. Beliau berusaha memberikan yang terbaik, menciptakan suasana tenang dalam rumah, dan membereskan urusan-urusan keluarga ketika Rasulullah membutuhkan waktu merenung dan berkhalwat (menyepi). Harta berlimpah milik Khadijah pun diikhlaskannya untuk perjuangan Rasulullah Saw. 

Pembahasan paling menarik menurutku adalah terkait usia Khadijah ketika menikah dengan Nabi Muhammad. Penulis mencoba menganalisa kebenaran usia menikah Khadijah, yang selama ini disebutkan berusia 40th, melalui,
  • Kebiasaan usia pernikahan perempuan pada masa itu,
  • Perhitungan usia anak-anak Khadijah dari pernikahan yang sebelumnya, dan 
  • Beberapa referensi yang memuat pendapat dan riwayat tentang pernikahan Khadijah.
Penulis mencoba mengambil jalan tengah terkait pendapat yang menyebutkan usia pernikahan Khadijah 40th. Menurut beliau penyebutan usia 40th lebih mengarah pada faktor kematangan Khadijah di masa itu yang melebihi perempuan pada umumnya. Artikel menarik terkait usia Khadijah ketika menikah dapat dibaca juga di sini.

Jika dibandingkan dengan Khadijah, Ketika Rahasia Mim Tersingkap karya Sibel Eraslan, buku ini lebih memiliki kejelasan referensi dan bahasanya lugas. Namun, untuk masalah prosentase ketersinggungan Khadijah dalam alur sejarah, karya Sibel Eraslan lebih fokus dalam menceritakan sosok Khadijah.

Ada masa-masa dimana ketika membaca sirah ini, terkadang saya menjadi mencari-cari kisah tentang Khadijah, karena hampir sepertiga atau bahkan setengah isi buku bertutur lebih banyak bertutur tentang Rasulullah, perjuangan dakwah, dan para pengikutnya.

Selain itu, untuk alur sejarah juga masih agak membingungkan, ada bagian-bagian yang sepertinya alur mundur tapi tidak jelas atau meyakinkan karena seingat saya penulis jarang menyinggung tahun-tahun kejadian dalam buku.

Selain pembahasan usia Khadijah saat menikah, Saya juga banyak mendapatkan pengetahuan baru terkait sejarah awal dakwah Islam, seperti petikan perjuangan para pengikut Rasulullah ketika berhadapan dengan siksaan kaum Quraisy dan beberapa hal menarik untuk dicari tahu melalui sirah-sirah lainnya.

Readmore → Sosok Berpengaruh pada Permulaan Dakwah Rasulullah saw

Monday, November 02, 2015

Khadijah by Sibel Eraslan

Khadijah yang ditulis Sibel Eraslan adalah bacaan pertama kali saya yang khusus mengangkat sirah istri pertama Rasulullah ini. Sejauh ini, saya mengetahui potongan-potongan perjalanan hidup Bunda Khadijah dari sirah nabawiyah atau esai berkaitan dengan keteladanan beliau.


Pembuka buku ini langsung memperlihatkan gaya bahasa seperti apa yang akan digunakan penulis dalam berkisah. Penggambaran latar, sosok dan perasaan Khadijah disampaikan dengan kata-kata romantis, penuh syair dan lembut, terasa seperti membaca dongeng tapi dengan kisah yang nyata.

Meski terkadang terasa bertele-tele, terutama bagi saya yang lebih menyukai bahasa lugas, sosok Bunda Khadijah digambarkan dengan natural, ada saat lelah, sedih, bahagia, pasrah, tangguh, menangis. Tapi, tidak dipungkiri, penggunaan bahasa yang lembut ini, bisa membuat pembaca lebih merasakan kehebatan sosoknya dalam mendukung perjuangan Rasulullah. Sosok yang memang layak mendapatkan cinta yang begitu dalam dari Rasulullah, dan pantas menerima "salam" dari Allah SWT.

"Surga tak datang pada orang yang selalu bahagia, tapi dari perjuangan dan keteguhan iman setiap melewati segala ujian."

Meski tidak banyak, sosok Rasulullah juga disinggung dalam cerita. Sosok yang santun, banyak merenung, peduli, penuh kasih sayang, amanah, jujur dan  mengetarkan terutama bagian yang menceritakan perlakuan Bani Quraisy ketika beliau menyampaikan ajaran Islam, yaitu syahadat.

Tanda tanya yang masih membekas di kepala saya setelah membaca buku Khadijah ini adalah masalah referensi. Karena latar cerita kadang terasa detail dan menimbulkan pertanyaan, "benar seperti ini?" Semisal, penantian Khadijah yang ditemani kendi tanah liat pemberian Rasulullah. Mungkin karena saya yang belum banyak membaca buku tentang Khadijah atau saking banyaknya buku sejarah yang telah dicerna penulis sehingga kesulitan menyebutkan referensi beliau dalam menulis. Wallahu'alam. Hanya saja, berkat membaca buku ini, saya berminat mencari bacaan lain yang mengangkat sosok Khadijah.

Dan, saya masih berminat untuk membaca karya Sibel Eraslan lainnya

Judul: Khadijah
Penulis: Sibel Eraslan 
Penerjemah: Ahmad Saefudin, Hyunisa Rahmanadia, Erwin Putra 
Penerbit: KaysaMedia
Cetak: IV, 2014
Tebal: xxxii + 388 hlm
ISBN: 978-979-1479-63-9
Harga: Rp. 65.000 (Diskon di www.parcelbuku.net)
Readmore → Khadijah by Sibel Eraslan

Sunday, December 25, 2011

Muhammad, The Messenger


“Nyaris di buku pelajaran sejarah tak ada peristiwa, misalnya, bagaimana spirit Inggit Garnasih ketika membela habis-habisan Sukarno yang berusia muda, menyelundupkan buku-buku dalam penjara, dan kemudian dicampakkan. Atau kisah bagaimana Hatta terjebak dengan seorang perempuan cantik dalam sebuah jeep. Lalu jeepnya mogok di jalanan yang lengang. Sambil menunggu jeep dicarikan bensin oleh sang sopir, perempuan cantik dan Hatta duduk berjauhan. Hal-hal yang manusiawi seperti itu nyaris hilang dalam dimensi sejarah yang kita ketahui. Makanya sejarah itu bikin ngantuk. Isinya tanggal melulu. Periodesisasi melulu.”

Kaku. Itulah yang sering terkesan dalam sebuah buku sejarah. Seperti yang tertulis pada kutipan di atas yang diambil dari artikel berjudul Tiga Kesalahan Periset dalam Pengumpulan Sumber Sejarah. Kenyataan inilah yang kerap membuat orang malas untuk berkenalan dengan sejarah. Tidak adanya unsur dramatik atau manusiawi dalam sejarah, dan hanya berisikan bahasa formal dan data-data angka, menjadikan buku sejarah menjadi berat dan menjemukan.

Bukan kah sebagian besar masyarakat Indonesia menyukai novel dan film, dimana unsur dramatik begitu sering mendominasi isi cerita? So, menurut saya tidak ada salahnya menyelipkan unsur tersebut dalam sebuah buku, dengan tetap memegang fakta sejarah yang terjadi di lapangan.

Seperti yang kita tahu bahwa sejarah tokoh besar bernama Muhammad, Sang Rasulullah sudah ditulis diberbagai buku. Bahkan tidak hanya berbentuk literatur, tetapi juga novel. Seperti baru-baru ini dimana Bentang Pustaka telah mengeluarkan novel sejarah dengan latar perjalanan hidup Muhammad yang ditulis oleh Tasaro.

Banyak sekali komentar positif atas munculnya buku berjudul Muhammad, Lelaki Penggenggam Hujan ini. Salah satunya, acungan jempol atas penggarapan sejarah kehidupan Rasulullah sehingga lebih mudah dicerna dibandingkan ketika harus membaca buku literatur tebal dengan tokoh yang sama. Sayangnya, dalam novel karya Tasaro ini, isinya tidak 100% berisikan tentang sejarah Rasulullah, tetapi diselingi dengan tokoh bernama Kashva. Bahkan menurut saya, porsi cerita Kashva lebih banyak dibandingkan Muhammad.

Muhammad The Messenger adalah sebuah buku literatur sejarah yang diceritakan dengan bahasa novel oleh Abdurrahman Asy Syarqawi. Berbeda dengan Lelaki Penggenggam Hujan, sejarah perjalanan sosok Muhammad dalam buku ini menjadi fokus utama dalam buku setebal 597 halaman ini, sejak beliau lahir hingga akhirnya wafat. Menariknya dari buku ini adalah gaya tutur dan penggambaran si penulis terhadap kepribadian Rasulullah. Di sini pembaca akan dihadapkan dengan sosok Rasulullah yang manusiawi, bukan lagi pria yang terlihat amat sangat sempurna seperti yang biasa dibaca dan didengarkan.

Penulis benar-benar menggenggam wanti-wanti terakhir ketika wafatnya Rasulullah bahwa beliau hanyalah manusia biasa yang diberi kelebihan berupa perantara Sang Maha Agung, beliau hanyalah manusia biasa yang tidak layak untuk dituhankan. Berbekal hal tersebut, penulis mencoba menuturkan sikap dan sifat Rasulullah dengan senatural mungkin. Hal ini membuat pembaca lebih bisa melebur dengan sirah nabawiyah yang biasanya terkesan kaku.

Hanya saja, gaya bahasa Tasaro masih lebih indah dan dalam dibandingkan Abdurrahman Asy Syarqawi dalam memperkenalkan sosok Rasulullah. Selain itu, dalam buku ini juga tidak dijumpai daftar pustaka yang sekiranya menjadi landasan dari penulis dalam berkisah. Semoga dengan munculnya buku ini dapat menjadi penggerak para sejarahwan untuk menyampaikan sejarah dengan nuansa yang lebih nyaman. Dan akhirnya, Indonesia pun menjadi negeri yang mencintai sejarahnya.

Judul : Muhammad, The Messenger
Penulis : Abdurrahman Asy Syarqawi
Penerbit : Arkanleema
Terbit : Februari, 2010
Tebal : 596 halaman
Harga : Rp. 89.000

kunjungi: http://parcelbuku.com
Readmore → Muhammad, The Messenger

Ngefans Sama Rasul


Di sela-sela menekuni buku fiksi-sejarah tentang Rasululloh, saya membaca tuntas buku berjudul 'Ngefans Sama Rasul'. Buku yang sudah bertampang lecek ini, kembali saya baca untuk me-refresh kepala dengan sejarah hidup sosok yang terkenal dengan gelar al-Amin. Saya membeli buku ini sekitar tahun 2006 di sebuah bazar buku di kampus dulu. Wow! ingatanku baik sekaleee...jarang-jarang neh ^^ Iya lah, karena membelinya barengan dengan buku "Palestina, Emang Gue Pikirin", buku yang saat itu sedang saya idam-idamkan *malah buku P,EGP yang belum kelar dibaca :p*

Sampai saat ini saya masih suka membacanya. Kalau ditengok dari judul dan desain sampul, pasti akan tertangkap kesan gaul dari bukunya. Ya, desain sampullah yang dulu mendorong saya untuk membeli buku ini, supaya adik-adik tertarik untuk membacanya *me too-lah*. Apalagi saat itu adikku sangat menyukai gambar kartun-kartun lucu, sehingga semakin memantapkan diri untuk membeli buku ini yang juga berisi ilustrasi-ilustrasi gokil.

Adanya unsur gaul dan gokil dalam buku terbitan Lingkar Pena ini, tidak mengurangi kualitas dari kisah tentang riwayat hidup Rasululloh. Berawal dari pertemuan Rasulullah dengan Bahira, seorang pendeta yang melihat tanda kenabian dari Muhammad yang saat itu sedang melakukan perjalanan dagang dengan pamannya, Abu Thalib, cerita kehidupan sang nabi mengalir dengan bahasa yang ringan dan mudah untuk dikonsumsi otak.

Walaupun menggunakan bahasa yang ringan, perjalanan dakwah Rasululloh yang penuh hujatan dan kisah peperangan, Perang Badar, Perang Uhud, dan Perang Khaldaq, tidak membuatnya kehilangan aura kesungguhan dan perjuangan dari Nabi dan pengikutnya yang menggetarkan, bahkan rangkaian kata yang mengisahkan wafatnya Rasululloh dialiri keharuan. Penulis yang pernah menjabat sebagai redaktur pelaksana di majalah sabili ini, menuturkan kisah hidup Rasululloh dengan bersumber dari banyak literatur yang telah terjamin kebenarannya, sehingga tidak perlu diragukan lagi kevalidan isi buku yang masuk dalam lini Eduteens ini.

Jika menengok dan menekuni kehidupan manusia yang dipenuhi kemuliaan ini, maka sangatlah patut jika sosoknya dijadikan idola yang tidak akan lekam dalam jiwa setiap insan, termasuk para muda-mudi yang saat ini banyak terlena dengan gemerlap dunia glamor dan hedon.

Judul : Ngefans Sama Rasul
Penulis : Herry Nurdi
Editor: Tim Editor Lingkar
Penerbit : Lingkar Pena Publishing House
Tahun : Desember 2005
Genre : Biografi
Tebal : 181 halaman
ISBN : 979-3651-71-7

kunjungi: http://wisata-buku.com
Readmore → Ngefans Sama Rasul
 

Yuk Baca Buku Islam Template by Ipietoon Cute Blog Design