Showing posts with label motivasi. Show all posts
Showing posts with label motivasi. Show all posts

Thursday, January 16, 2014

Habits, Menjadi Luar Biasa Dari yang Biasa


Kita adalah apa yang kita kerjakan berulang-ulang. Karena itu, keunggulan bukanlah suatu perbuatan, melainkan kebiasaan.” - Aristoteles
Pepatah ini saya temukan dalam buku, Ya, Aku Bisa! Juara Sepanjang Masa. Pepatah yang sangat pas menggambarkan isi buku bersampul sederhana tapi cantik ini. Habits atau kebiasaan, adalah kata yang sebenarnya sudah familiar di kepala kita, tapi kebanyakan menganggapnya sesuatu yang biasa. Dari yang biasa inilah, kita bisa menjadi sosok yang dianggap luar biasa. Jadi, yang harus digarisbawahi adalah bahwa yang luar biasa dimulai dari yang biasa.

Menciptakan kebiasaan adalah faktor penting yang wajib dilakukan jika memiliki keinginan menjadi seseorang atau mewujudkan sesuatu. Seperti saat seseorang yang tidak pernah tilawah, kemudian diajak untuk mengikuti program One Day One Juz, kebanyakan akan berpikir, 'itu mustahil!' Tapi, bagi yang setiap hari sudah terbiasa membaca Al-Qur'an, ajakan tersebut bukanlah hal yang sulit. Memandang sulit dan mudah pun menjadi tergantung dari kebiasaan kita.

Kebiasaan akan sangat mempengaruhi akan seperti apa kita kelak. Jika terbiasa melakukan hal-hal positif, sudah tentu akan bermanfaat baik untuk kehidupan kita, dan berlaku juga sebaliknya, ketika kita memilih untuk melakukan aktivitas keseharian yang berdampak buruk. Jadi, kita penentunya, akan menggiring diri kita pada yang baik atau buruk. Ada dua kunci yang diberikan dalam buku How to Master Your Habits, untuk menciptakan habits yang baik. Dengan melakukan kunci inilah, secara refleks akan dilakukan kebiasaan-kebiasaan, yang sangat mungkin menjadikan kita sosok luar biasa, dari aktivitas yang biasa.
Sesungguhnya amalan yang paling disukai Allah yaitu yang terus menerus (HR. Bukhari Muslim)
Tak sekadar memberikan pemahaman tentang pentingnya membentuk sebuah habits, How to Master Your Habits dilengkapi contoh kasus yang sangat mendukung kemudahan pembaca untuk menyerap apa yang disampaikan. Salah satu contoh kasus yang berkesan dibenak saya adalah membaca huruf arab gundul. Selain itu, kita juga disadarkan tentang hal-hal kecil yang bisa jadi selama ini kita anggap sepele ternyata berpengaruh buruk terhadap keberlangsungan habits.

Judul: How to Master Your Habits
Penulis: Felix Siauw
Penyunting: Ramadhi
Penerbit: Al Fatih Press
Cetak: Keempat, Oktober 2013
Tebal: 160 + viii
Bintang: 5/5

Readmore → Habits, Menjadi Luar Biasa Dari yang Biasa

Thursday, January 09, 2014

Menjadi Juara Seumur Hidup

 
Aku mengikuti sangkaan hamba-Ku kepada-Ku. Dan Aku selalu menyertainya sepanjang ia ingat kepada-Ku.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
You can if you think you can. Dua kalimat yang membuka review ini adalah kunci keberhasilan yang digaungkan dalam buku "Ya, Aku Bisa! Juara Sepanjang Masa". Orang akan merasa bangkit jika dia senantiasa berpikir positif. Jika kepala selalu dipenuhi dengan kenegatifan, apapun yang didapatkan tidak akan menciptakan senyum bahagia, bahkan jika yang diperolehnya adalah hal yang diidam-idamkan. Selalu ada yang kurang di matanya.

You can if you think you can. Kamu bisa saat kamu berpikir bisa. Ya, Aku Bisa! kalimat yang perlu ditanamkan untuk menjadi sosok yang berprestasi dan juara sepanjang masa. Buku ini juga mengubah stereotipe yang terlanjur merekap di kepala, yaitu bahwa juara selalu identik dengan piala, medali, atau naik panggung jawara. Kalau pernah membaca novel 12 Menit, pasti paham bahwa keberhasilan ditentukan dari kesungguhan berlatih dari waktu yang tidak pendek. Begitupun dengan yang disampaikan Mbak Afifah Afra.

Dari bab ke bab, pembaca digiring untuk mengerti, alasan/motivasi, dan bagaimana menjadi juara. Tak hanya berteori, tapi ada contoh kasus dan kuisioner yang membantu memahami karakter apa yang dimiliki. Bagian yang menarik adalah penjabaran tentang kecerdasan dan tipikal belajar. Ternyata kecerdasan tidak hanya terbatas pada IQ, EQ dan SQ, masih banyak jenis kecerdasan yang memungkinan dimiliki setiap orang. Jika tes IQ menunjukkan nilai yang jeblok, bukan berarti kita bodoh, tapi ada jenis kecerdasan lain yang kita miliki. Pemaparan tentang kecerdasan yang dilengkapi dengan tipe belajar bisa menjadi referensi orangtua untuk mengenali karakter anak dan cara mendidik.

Menciptakan kebiasaan, menyusun strategi, dan menentukan tujuan dijabarkan dengan gaya bahasa santai, sesuai dengan segmen remaja. Gambaran mengenai apa yang harus dilakukan untuk memiliki mentalitas juara pun menjadi tidak terasa kaku. Sayang pada buku saya halaman 103-104 hilang, padahal sedang asik-asiknya membaca tentang strategi membuat grand design. Tak luput juga dibahasa apa saja yang harus dijauhi saat kita memutuskan untuk menjadi juara.

Juara Sepanjang Masa, cukup lengkap untuk dijadikan pegangan, terutama remaja, saat sedang bingung menyusun masa depan, atau yang belum berpikir akan jadi apakah aku nanti.

Judul: Ya, Aku Bisa! Juara Sepanjang Masa
Penulis: Afifah Afra
Penyunting: Aisyah Biru
Penerbit:  Afra Publishing
Cetak: Pertama, Maret 2012
Tebal: 134 hlm
Bintang: 4/5
Readmore → Menjadi Juara Seumur Hidup

Wednesday, July 31, 2013

Berjalan di Atas Cahaya

Saat mengetahui Hanum Salsabiela menelurkan karya baru setelah 99 Cahaya di Langit Eropa, saya termasuk yang excited untuk membaca buku terbarunya. Pengalaman membaca 99 Cahaya di Langit Eropa yang sarat dengan pengetahuan tentang sejarah Islam di ranah Eropa, memberikan pengharapan yang besar bahwa Berjalan di Atas Cahaya juga akan memberikan kejutan-kejutan senada. Ternyata, ekspektasi saya tidak sepenuhnya benar.

Kali ini Hanum bersama Tutie Amaliah dan Wardatul Ula lebih banyak bercerita tentang kehidupan dan interaksi muslim/mualaf di Eropa. Meski temanya terdengar lebih ‘biasa’ dibandingkan buku sebelumnya, ternyata dari kumpulan cerita tersebut memberikan gambaran yang menarik tentang pandangan hidup para muslim/mualaf yang terkadang tidak mudah. Tak mudah mendapatkan pekerjaan ketika stempel muslim terpampang jelas dalam diri kita melalui jilbab. Pandangan masyarakat Eropa yang kerapkali sinis pada Islam, menyebabkan penolakan atau perlakuan yang tidak menyenangkan, seperti yang terekam dalam kisah Pahlawanku Si Cadar Hitam; Antara Saya, Kamu, dan Secangkir Capuccino; Tanya Namanya, Dengar Ceritanya; atau Karena Saya Tak Gaul.

Meski ada diskriminasi, ada juga muslimah yang berhasil menunjukkan eksistensinya pada khalayak Eropa. Sosok Bunda Ikoy [Bunda Ikoy, Si Pembuat Jam] dan Nur Dann [Nge-Rapp Adalah Cara Saya Berdakwah] membuktikan bahwa mereka dapat ‘masuk’ dan bertahan di dunia sekuler tanpa kehilangan keislamannya. Walaupun banyak berbicara tentang sisi kemanusiaannya, beberapa tulisan tetap memberikan nuansa traveling dan keunikan dari suatu kota/negara. Kisah ‘Tapak Kemuliaan di Sisilia’ menjadi satu-satunya cerita yang mengingatkan kembali tentang adanya jejak kebudayaan Islam di Eropa.

Judul: Berjalan di Atas Cahaya
Penulis: Hanum Salsabiela rais, Tutie Amaliah, dan Wardatul Ula
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetak: Pertama, 2013
Tebal: 210 hlm
Bintang: 4/5

:: ingin buku seken/murah bermutu? mampir ke FB Parcel Buku yuk! ::
Readmore → Berjalan di Atas Cahaya

Thursday, January 12, 2012

Muhammad saw; Mengapa Begitu Agung?

“Pilihan pertama saya jatuh pada Muhammad sebagai orang paling berpengaruh dalam sejarah manusia mungkin mengejutkan sejumlah pembaca, dan membuka lahan pertentangan dari berbagai pihak. Tetapi dia (Muhammad) adalah satu-satunya sosok dalam sejarah manusia yang sukses secara nyata dalam urusan dunia dan agama. Dengan kesederhanaannya, Muhammad “membuat” salah satu agama terbesar di dunia. Dia adalah pemimpin politik yang memiliki pengaruh yang sangat menakjubkan. Pengaruh Muhammad sampai sekarang ini masih kuat dan membahana di segenap penjuru dunia, meskipun beliau telah meninggal 13 abad yang lalu” - Michael H. Hart

Kalimat terakhir dari pendapat penulis buku ‘Seratus Tokoh Paling Berpengaruh Dalam Sejarah’ tersebut tidak dapat dipungkiri melihat bahwa sosok Rasulullah masih menjadi teladan bagi sebagian/seluruh aktivitas dan sikap dari kaum muslimin di dunia hingga saat ini. Mengenal sosoknya pun rasanya tidak ada habisnya. Ada saja sikap atau ucapannya yang begitu menginspirasi dan membuat pendengar/pembacanya terkagum-kagum. Subhanallah!

‘Muhammad saw; Mengapa Begitu Agung?’ merupakan salah satu buku mencoba menguraikan karakter Rasulullah penuh dengan keagungan dan teladan bagi umatnya. Namun, kali ini penulis, Dr. Shalih Ibrahim, hanya menuturkan tiga sifat Rasulullah yang dianggap paling penting dan sangat layak untuk dijadikan pembelajaran pada era sekarang. Sifat pertama, Perencana Terjitu, penulis mengambil contoh kasus saat Rasulullah melakukan hijrah. Saya tertarik sekali bagaimana penulis menyampaikan bagaimana ternyata Rasulullah telah merencanakan hijrah tersebut dengan cermat, bahkan beliau baru ’diangkat’ sebagai utusan Allah.

Sifat kedua, Guru Terhebat. Pada poin ini penulis menyoroti bagaimana Rasulullah melakukan komunikasi dua arah dengan pengikutnya. Kali ini yang membuat saya sangat tertarik adalah bagaimana penulis melihat sebuah hadist. Sepanjang membaca buku agama yang memuat hadis, sebagian besar selalu menyoroti tentang kandungannya, sedangkan pada buku ini penulis melihat dari sisi yang sering luput yaitu gaya bahasa dan bahasa tubuh yang Rasulullah lakukan. Bukan bermaksud menyepelekan poin kandungan hadist, tapi melihat cara komunikasi Rasulullah dalam menyampaikan risalahnya ternyata juga memuat pelajaran berharga.

Ketiga, Negositor Ulung. Perjanjian Hudaibiyah cukup terkenal di mata para pembaca sejarah hidup Rasulullah saw. Sebuah perjanjian antara Rasulullah saw dengan kaum Quraisy ketika Nabi ingin menunaikan ibadah haji bersama pengikutnya. Jika ditilik dari isi perjanjian tersebut, terlihat bagaimana tidak menguntungkannya bagi pihak muslimin, tapi tetap saja Rasulullah menyetujuinya. Ternyata ketika ditelisik lebih dalam, banyak sekali manfaat dari perjanjian yang semula tampak tidak adil tersebut. Di situlah penulis mengurai tentang rencana dan cara negosiasi beliau, salah satunya kejelian Nabi melihat karakter dari utusan bani Quraisy. Menyenangkan membaca buku ini, karena saya banyak menemukan hal-hal baru baik dalam menengok sejarah lebih dalam dan melihat kandungan hadist dari sudut pandang tertentu.

Judul: Muhammad saw; Mengapa Begitu Agung?
Penulis: Dr. Shalih Ibrahim
Penerjemah: Atik Fikri Ilyas dan Abdi Kemi Karyanto
Penerbit: Nakhlah Pustaka [imprint Maghfirah]
Terbit: Kedua, Januari 2009
Tebal: 180 hlm
Readmore → Muhammad saw; Mengapa Begitu Agung?

Sunday, December 25, 2011

Saya Tidak Ingin Kaya Tapi Harus Kaya

Korupsi saat ini sudah merajai lembaga pemerintahan dan menjadi keprihatinan yang mengenaskan. Korupsi laksana gaya hidup bagi para oknum penggede, baik dari strata rendah sampai yang tertinggi, yang hanya menjadi benalu demi meraup kekayaan dan kekuasaan. Baru-baru ini, kasus korupsi yang sedang ramai adalah Gayus Tambunan. Pegawai negeri sipil golongan IIIA di Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan ini kedapatan melakukan korupsi. Lucu rasanya saat menengok kembali gaji bulanan yang sebesar 12.1 juta, jauh di atas standar gaji pegawai yang segolongan, ternyata masih membuatnya tidak puas. Sebenarnya dorongan untuk mendapat sesuatu yang lebih, adalah manusiawi, dimana sifat tersebut memang dianugerahkan pada manusia dalam bentuk nafsu. Namun, kembali lagi bagaimana manusia mengelola hawa nafsunya, untuk mendapatkan keberkahan bukan malah kepicikan. ”....janganlah kamu mengikuti nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran....” (QS. An-Nisa:135)

Harta, adalah alasan yang kerap menjadi niatan awal para koruptor hingga begitu tega dan tanpa nurani menggelapkan uang. Hasilnya mereka memang kaya harta, tetapi miskin hati. Melihat korupsi, yang sering terjadi pada para penggede yang sebenarnya telah hidup lebih dari cukup, seperti melihat orang yang telah kenyang, tetapi masih rakus melahap hidangan tanpa menyadari di sebelahnya sedang berdiri orang kelaparan yang terus menerus mengurut perutnya. Miris, sangat miris. Salah satu fenomena yang lahir dari ideologi kapitalis yang selalu mendewakan uang.

Memiliki harta berlimpah tidaklah haram, tetapi akan berubah haram jika memperolehnya ditempuh dengan jalan “menyimpang”. Di sinilah buku terbitan Khas MQ mencoba merumuskan kembali tentang hakikat kaya, sekaligus menemukan jalan menuju kekayaan yang hakiki, termasuk harta. Sebenarnya menjadi kaya harta tidaklah salah, karena sesungguhnya dengan berlimpahnya harta, malah akan memperluas peluang untuk membaktikan diri kepadaNya dan memberikan yang terbaik dari yang terbaik. Selain itu, dengan harta berlimpah lebih berpotensi menghindarkan kita dari kekufuran akibat ketergantungan dengan kaum yang lain. Hanya, yang perlu digaris-bawahi adalah upaya untuk mendapatkan harta tersebut.

Teringat bagaimana saat pemilu banyak orang berduyun-duyun mencalonkan diri menjadi wakil rakyat. Tanpa menggeneralisir, tidak dipungkiri bahwa ada sebagian oknum yang menganggap kantor senayan adalah ladang uang yang kerap menciptakan OKB [Orang Kaya Baru]. Akibatnya, para calon ini rela menghambur-hamburkan uang untuk mempromosikan diri dengan slogan-slogan “indah”. Yang menjadi pertanyaan, apakah fenomena “rebutan-kursi” akan tetap seheboh ini jika pemerintah tidak dengan mudah mengeluarkan duit-duit tunjangan atau uang saku untuk para pejabat legislatif?

Tak dipungkiri, jika saat ini penduduk bumi sedang mengalami krisis akhlak, krisis yang menjadi salah satu pemrakarsa maraknya budaya instan dalam mengeruk uang. Keinstanan yang menjadi bumbu penyedap dari “nikmat”nya korupsi inilah yang kerap membuat para koruptor dengan tanpa bersalah melakukan manipulasi-manipulasi demi menambah ketebalan kantong.

Budaya instan itulah yang coba dibenahi oleh penulis yang terkenal kalem dan karismatik. Untuk meraih kekayaan harta, tidaklah sekadar berurusan dengan lahiriah, seperti bekerja, tetapi juga berurusan dengan alam ruhaniyah. Aa Gym, seorang ustadz yang juga seorang pengusaha ini menawarkan sebuah jalan meraih kesuksesan lewat konsep kaya GIGIH+H. Apakah GIGIH+H? Adalah sebuah proses yang ditempuh insan untuk memperoleh kekayaan harta tanpa meninggalkan kekayaan rohani. Walaupun insyaALLAH, dengan kesungguhan usaha, akan mempertemukan pelaksananya dengan harta yang berlimpah, titik berat dari proses ini bukanlah pada bertambahnya kekayaan, tetapi lebih kepada pembentukan pikiran, motivasi dan hati. Hanya disayangkan, di buku ini Aa Gym tidak membagikan pengalaman beliau di lapangan, yang sekiranya akan lebih membuka mata pembaca tentang realita pencarian konsep GIGIH+H yang disampaikan.

Terlepas dari kekurangannya, buku setebal 180 halaman ini, akan membuat pembaca menganggap kaya harta “hanya” sebuah bonus dari kerja keras membenahi diri yang kemudian menuntut manusia untuk menjadi karakter yang baik dan kuat. Karakter yang nantinya akan menggiring pembaca untuk berupaya meraih 7B, yang salah satunya adalah Bekerja keras dengan cerdas dan ikhlas, sehingga mengarahkan hakekat kaya dari sudut pandang yang lebih baik.

Judul : Saya Tidak Ingin Kaya Tapi Harus Kaya
Penulis : Abdullah Gymnastiar
Editor : Bambang Trim dan Deny Riana
Penerbit : Khas MQ
Tahun : September 2006
Genre : Motivasi
Tebal : 180 halaman
ISBN : 979-99680-0-3

kunjungi: http://wisata-buku.com
Readmore → Saya Tidak Ingin Kaya Tapi Harus Kaya
 

Yuk Baca Buku Islam Template by Ipietoon Cute Blog Design