Tuesday, February 17, 2015

Yang Tersimpan di Sudut Hati


Judul: Yang Tersimpan di Sudut Hati
Penulis: Ade Anita
Penerbit: Quanta
Cetak: 2013
Tebal: 440 halaman
ISBN: 9786020221120
Harga: Rp. 43.840 (di www.parcelbuku.net)

Ulasan Buku:
"Sepatutnya memang tidak perlu menyesali sesuatu yang telah diturunkan lewat sebuah takdir. Terus menerus mengasihani diri sendiri hanya karena tertimpa takdir yang tidak dikehendaki akan membuat seseorang buta untuk melihat rezeki dan karunia lain yang diturunkan bersamaan dengan takdir tersebut" (h. 51)
Tidak ada satu kejadian pun di muka bumi ini, di luar kendali Allah swt. Keyakinan yang begitu besar akan kekuasaan Sang Pelindung inilah yang membuat keluarga Aslam menjalani kehidupannya dengan penuh rasa syukur. Meski kondisi Aslam yang buta sebelah dan pincang, serta istrinya, Mak Pinah, yang mengalami kelumpuhan, mereka memiliki putra-putri yang soleh solehah. Solasfiana, Isfahan, dan Marsyapati, tiga bersaudara yang begitu membanggakan orangtuanya. 

Kesabaran dan rasa syukur pun tetap bersemanyam dalam diri mereka meski saudara lain dalam rumah panggung kerap memandang sebelah mata. Namun, ujian hadir kala Sang Ayah, Aslam, menghembuskan nafas terakhir ketika bersama putranya, meraih rezeki. Tak berhenti di situ, menyusul kematian Nek Nang Basyumi dan para tetangga yang mencetuskan isu santet. Keluarga Mak Pinah yang tidak tahu menahu, dituduh melakukannya dan diusir dari kampung. Tak jelas akan ke mana, tak ada saudara yang dapat dijadikan tumpuan, Mak Pinah dan anak-anaknya terus berdoa mengharap pertolongan-Nya dan ketetapan takdirnya yang selalu memiliki makna.
"Isfahan benar, Fiana juga benar. Memang ada kalanya kita menunggu, tapi ada kalanya bertindak dahulu adalah lebih baik ketimbang menunggu. Tapi, selain dari dua ini, ada yang namanya takdir dari Allah. Kuasa Allah lah yang membuat kita tergerak untuk mengambil keputusan menunggu atau bertindak. Apa alasan Allah hingga menggerakkan kita untuk melakukan sesuatu itu? Hanya Allah yang tahu. Pasti ada sesuatu yang dalam perhitungan Allah lebih baik jika kita diberikan takdir itu." (h. 382)
Pertama, acungan jempol untuk desain sampulnya yang cantik, menyenangkan untuk dipandang. Alur cerita bergerak maju, meski sesekali ada flashback, tujuannya lebih kepada memperkuat/menjelaskan kejadian. Kisah cinta remaja antara Solasfiana dan Sofyan, membuat cerita tak melulu terasa pahit, ada sisi manis dalam alur cerita yang memberi senyum meski di kemudian hari, kisah mereka tak berjalan mulus.

Latar cerita yang bertempat di Palembang cukup terasa melalui deskripsi Sungai Musi, rumah panggung, sampan, hutan belantara, adat istiadat, dan mitos-mitos yang terselip sepanjang alur. Tapi, akan semakin kental jika penulis lebih banyak menggunakan bahasa daerah dalam dialog-dialog. Apalagi mengingat wilayah Palembang yang diambil adalah pedalaman, penggunaan bahasa daerah biasanya lebih mendominasi, terutama oleh orang-orang tua.

Yang Tersimpan di Sudut Hati, sarat dengan pesan moral tentang keyakinan bahwa kesedihan/ujian yang datang, bukan untuk menjatuhkan seorang hamba, tetapi memperkuat dan menggiringnya menjadi sosok yang lebih baik. Meski kau terluka dan menangis, ingatlah cukuplah Allah menjadi Penolong dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.
Readmore → Yang Tersimpan di Sudut Hati

Monday, February 09, 2015

Suami Sempurna (+ Kuis)


Cerita pendek Suami Sempurna memang cocok untuk dijadikan judul buku, tak sekadar menjadi salah satu cerita yang apik tapi juga menjadi pembawa pesan bahwa tidak ada kehidupan yang sempurna. Memiliki suami yang tak memiliki empati, memang ujian berat bagi Astri. Tak sekali dua kali dia mengingatkan, bahkan tak jarang berujung pada perdebatan. Suami, terkadang lupa bahwa ada sosok-sosok muda yang membutuhkannya. Bukan uang tapi perhatian, cerita dalam Aku Adalah Ayah menjadi peringatan untuk para ayah perihal tersebut. Para istripun mendapat sentilan melalui kisah Sabrina yang berjudul Dua Bunda.

Awalnya cerpen-cerpen berkisah tentang dilematik sederhana dalam keluarga, tentang pasangan suami-istri dan menantu-mertua. Namun, cerpen mulai 'panas' ketika bercerita tentang kehidupan Ningsih yang memuat kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), bahkan kisah Nada Pasir Kaliasem terasa miris saat perempuan 'tidak' memiliki pilihan. Penulis tak hanya bertutur tentang kekerasan yang terjadi pada perempuan, Terempas Asa mencerminkan kepedihan anak ketika mengetahui dirinya hanyalah anak buangan.
Pernah tinggal di Batam, penulis menceritakan kehidupan pekerja wanita yang merantau ke kota tersebut. Merpati Kelabu dan Bunga Karang menjadi gambaran tentang beban kehidupan perempuan pekerja pabrik. Menjadi tulang punggung keluarga dan harus mencari tambahan penghasilan demi mencukupi keluarga di kampung. Ada juga Taksi Plat Hitam yang menimbulkan kengerian pada resiko para perempuan ketika harus pulang malam, mengingatkan para berita-berita kriminal yang bertaburan di layar televisi.

Masih ada beberapa kisah yang sebagian besar cerpennya mengangkat kehidupan perempuan dengan segala problematikanya. Sisi islami tidak terlalu menonjol, tapi terselip dalam beberapa cerita. Gaya bahasa Nurul F Huda tergolong sederhana. Jika sedikit membandingkan dengan kumcer sejenis, Sakinah Bersamamu sangat tampak kesederhanaan dalam merangkai kata. Konflik juga tidak terlalu tajam. Namun, bagian yang menarik adalah pada akhir cerita. Hampir di semua cerpen, penulis tidak membuatnya tuntas, dibiarkan mengambang, tapi tidak tanggung. Bukan dalam artian supaya pembaca menebak sendiri bagaimana akhirnya, tapi seperti menggambarkan, ya begitulah hidup.

Judul: Suami Sempurna
Penulis: Nurul F. Huda
Penerjemah: Sabila
Penerbit: Lingkar Pena
Cetak: Pertama, Desember 2011
Tebal: 252 halaman
ISBN: 9786028851855
Harga: Rp. 22.000 (di www.parcelbuku.net)
  
***
KUIS SUAMI SEMPURNA
 
 
Pertanyaan:

Sebutkan buku atau cerpen bertemakan keluarga yang pernah kamu baca dan membekas/menginspirasimu? (sebutkan alasannya)

Syarat Peserta:
  1. Peserta WAJIB memiliki blog (tema blog bebas) dan tidak dikondisikan private karena pemenang WAJIB mengulas buku yang dihadiahkan
  2. Peserta boleh dari negara manapun, tapi jika memenangkan hadiah hanya dikirim ke alamat di Indonesia,
  3. Peserta menjawab pertanyaan dikolom komentar dengan menyertakan alamat blog dan akun twitter/facebook.
  4. Peserta wajib follow twitter @bacabukuislam atau like fanpage Baca Buku Islam
  5. Peserta wajib membagikan info berikut melalui twitter dengan mention @bacabukuislam atau facebook dengan mentag fanpage Baca Buku Islam
  6. Tantang berlangsung dari 9 Februari s/d 2 Maret 2015,
  7. Pemenang akan diumumkan (inshaaALLAH) 4 Maret 2015

Hadiah
2 Orang Pemenang akan mendapatkan 
masing-masing 1 Buku Suami Sempurna
(Pemenang WAJIB mengulas buku-buku tersebut minimal sebulan setelah hadiah diterima)


Readmore → Suami Sempurna (+ Kuis)

Sunday, February 01, 2015

Pengumuman Pemenang Januari #IsRC15 dan Real Masjid Series



Alhamdulillah, Islamic Reading Challenge sudah berjalan sebulan dan ulasan-ulasan buku yang masuk luar biasa. Saya sampai bingung memilahnya. Rencana awal, pemenang bulan hanya untuk 1 orang, tapi melihat banyaknya ulasan yang bagus, diputuskan Bulan Januari ini, ada 2 orang pemenang buku pilihan.

NOTE: Ada beberapa ulasan yang menarik tapi sayang tidak mencantumkan link Islamic Reading Challenge di dalamnya (aturan no. 10) sehingga dianggap tidak memenuhi kriteria.

Pemenang Buku Pilihan Bulan Januari 2015
  1. Evyta Ritonga (http://www.lensabuku.com/1455/kitab-al-ilmi-oleh-asy-syaikh-muhammad-bin-shalih-al-utsaimin/)
  2. Ade Delina Putri (https://delinabook.wordpress.com/2015/01/17/lapis-lapis-keberkahan-pokok-hidup-keberkahan/)
Buku Pilihan (sinopsis bisa diklik pada judul)
  1. Allah Dulu, Allah Lagi, Allah Terus, & Bersiap Untuk Akhirat oleh Yusuf Mansyur dan Arifin Ilham
  2. Tilawah Cinta Surah Ar-Rahman oleh Fitri Handayani
Silakan pemenang mengirimkan data diri dan judul buku pilihan ke sinthionk@gmail.com dan WAJIB mengulas buku tersebut paling lambat sebulan setelah diterima (Mohon diinformasikan ketika buku telah sampai)

***
KUIS REAL MASJID SERIES


Satu lagi pengumuman Pemenang kuis Real Masjid Series. Meski hanya diikuti 3 orang tapi jawabannya menarik dan membuat saya penasaran dengan komik yang disebutkan. Tapi pilihan harus diberikan pada satu orang dan beliau yang mendapatkan satu set komik Real Masjid adalah

Yusuf Pasha Irwansyah

Silakan pemenang mengirimkan data diri ke sinthionk@gmail.com dan WAJIB mengulas buku tersebut paling lambat sebulan setelah diterima (Mohon diinformasikan ketika buku telah sampai)

InshaaALLAH akan ada kuis berikutnya, jadi jangan menyerah!!
Readmore → Pengumuman Pemenang Januari #IsRC15 dan Real Masjid Series

Sunday, January 25, 2015

Bukan Shalat Biasa



Shalat paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat yang dilakukan di keheningan malam (HR. Muslim, Tirmidzi, dan Nasa'i)
Susah shalat malam? Aih, sama! Godaan bantal dan pejaman mata rasanya sulit untuk dilepaskan. Ada beberapa hal yang diungkapkan dalam buku ini, yang membuat seseorang sulit untuk bangun malam, di antaranya, terlalu banyak makan dan terlalu sibuk dengan aktivitas dunia di siang hari. Merasa? Saya merasa #menunduk. Shalat malam memang Bukan Shalat Biasa, shalat yang dapat menjadi bukti kecintaan seorang hamba pada Penciptanya. Shalat dimana Allah menyanjungnya melalui firman_Nya, "Lihatlah hamba-hamba-Ku ini. Mereka berdiri shalat di gelap malam saat tidak ada siapa pun melihatnya selain Aku."

Bukan Shalat Biasa adalah buku yang menuturkan tentang shalat malam atau biasa disebut qiyaumul lail. Berbeda dengan buku bertema sejenis yang lainnya, buku ini tidak terlalu menyoroti teori tentang apa, bagaimana teknis, manfaat, atau menjaga keistiqomahan shalat malam, meski disinggung juga diawal bab. TAPI lebih banyak menyuguhkan kisah dari malam-malam Rasulullah, sahabat nabi, para tabi'in dan orang-orang soleh yang teguh dan menikmati setiap shalat malamnya.

Subhanallah, ketika seseorang sudah terbiasa bangun malam dan melaksanakan shalat malam, Allah begitu mencintainya sehingga disaat hamba-Nya lalai karena lelapnya tidur, ada 'alarm' yang hadir untuk membangunkan. Terlantun banyak kisah tentang mimpi dan bisikan kepada para salafus shaleh ketika qiyaumul lail-nya hampir ditinggalkan. Salah satu kisah pengingat betapa indahnya qiyaumul lail,
Mimpi Orang-Orang yang Bertahajud dari Urdun. 
Pada suatu saat, ada seorang yang bercerita tentang mimpi orang bertahajud dari Urdun, yaitu ketika ia sedang ribath (berjaga-jaga di perbatasan)
Seorang Urdun pernah bercerita, "Ketika kami berjaga-jaga di Soirofiyyah, hampir kami tidak tidur sepanjang malam. Kami berjaga-jaga sambil melantunkan takbir dan tahlil. Kemudian sebagian dari kami ada yang tidur da sebagian lainnya ada yang berdiri untuk melaksanakan shalat tahajud. Pada suatu malam, aku tidur di penghujung malam. Tiba-tiba, aku bermimpi melihat sekelompok orang yang membaca baju turun dari langit kepada orang-orang yang berada di mesjid. Mereka berdiri di samping setiap orang yang shalat kemudian mengenakan pakaian yang mereka bawa kepada orang-orang yang sedang shalat. Ketika mereka sampai kepada orang yang sedang tidur, mereka pun melewatinya.
Ketika mereka sampai kepadaku, saya katakan kepada mereka, 'Apakah kalian juga akan mengenakan pakaian yang kalian bawa kepadaku?' Mereka jawab,' Sesungguhnya itu bukanlah baju, melainkan ridha Allah yang diberikan kepada mereka.'" ~ Bukan Shalat Biasa h. 248
Kisah-kisah datang dari banyak sosok teladan dari sahabat Rasulullah saw sampai para tabi'in. Dari buku ini saya diingatkan kembali untuk mencari tahu tentang tokoh-tokoh yang sudah ingin saya baca kisah hidupnya seperti Shalahuddin Al-Ayyubi, Imam 4 Madhzab, atau Salman al Farisi; Selain itu, juga menemukan nama-nama tokoh ahli fikih atau para tabi'in yang sekiranya layak untuk digali lebih dalam kisah hidupnya.
 
Sayang, buku ini tidak mencantumkan referensi dalam bentuk daftar pustaka supaya terlihat lebih rapi dan mengetahui keshahihannya. Meski sesekali dalam penjelasan penulis menyebutkan buku-buku yang dijadikan dasar dari kisah sahabat dalam melaksanakan shalat malam. Tapi, buku ini sangat direkomendasikan untuk siapapun yang ingin menambah semangat meraih qiyaumul lail.

Judul: Bukan Shalat Biasa
Penulis: Ahmad Musthafa Qasim
Penerjemah: Masrukhin
Penerbit: Pena
Cetak: Kedua, Januari 2008
Tebal: 300 halaman
ISBN: 797-3855-18-5
Harga: Rp. 10.000 (beli di Indonesia Book Fair 2014)
Bintang: 4.5/5
Readmore → Bukan Shalat Biasa

Friday, January 02, 2015

Ajalmu Tidak Menunggu Tobatmu



Berdoalah kepada-Ku niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina dina - QS. Mukmin: 60
Ajalmu Tidak Menunggu Tobatmu. Judul menohok yang menjadi salah satu alasan saya untuk membacanya. Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan yang seharusnya direnungkan dan disesali hingga mencapai titik kesadaran yang berujung pada pertaubatan.

Jangan sekali-kali berputus asa karena dosa. Kalimat yang mengingatkan sebesar apapun dosamu, inshaaALLAH akan diampuni karena besarnya kasih sayang ALLAH kepada hambaNya.


Namun, seperti halnya kita meminta maaf kepada manusia, yang tidak bisa secara asal-asalan, begitupun ketika seorang hamba ingin bertaubat, alangkah lebih baiknya jika dilakukan sesuai dengan adab. Taubat yang dilakukan dengan benar, inshaaALLAH akan mengantarkan pada terbukanya hati dan perubahan diri, bukan sekadar 'tobat sambal', sekarang taubat, besok mengulangi lagi.

Untuk mengetahui apa dan bagaimana taubat, buku Ajalmu Tidak Menunggu Tobat, bisa dijadikan pilihan memandu kita untuk bertaubat. Tak hanya menjelaskan perihal taubat, penulis juga menuturkan tentang doa yang sangat mendukung keberhasilan taubat. 


Kisah-kisah nyata tentang indahnya bertaubat menjadi penutup yang semakin menunjukkan kebesaran Allah dalam memberikan hidayah kepada hamba-Nya. Penjelasan dalam buku ini runut dan disertai dengan dalil yang menguatkan. Terdapat juga daftar pustaka yang menjadi referensi penulis dalam menguraikan tentang taubat dan doa, sehingga pembaca pun dapat mengecek keabsahan isi buku.
 
Penulis: Saiful Hadi El-Sutha
Penyunting: Radrinda Rahman
Penerbit: WahyuQalbu
Cetak: Pertama, 2014
Tebal: xvi+264 halaman
ISBN: 9797959007
Harga Buku: Rp. 39.200 (Parcel Buku)
Bintang: 4/5
Readmore → Ajalmu Tidak Menunggu Tobatmu
 

Yuk Baca Buku Islam Template by Ipietoon Cute Blog Design